Headline1
Ekonomi

BBM Langka Tak Ganggu Distribusi Pangan Sulsel, Ini Kata Mentan soal Rantai Pasok

14 September 2026
•2 menit
BBM Langka Tak Ganggu Distribusi Pangan Sulsel, Ini Kata Mentan soal Rantai Pasok Ekonomi

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) tidak memberikan dampak berarti terhadap kelancaran distribusi bahan pangan di Sulawesi Selatan. Menurut dia, posisi komoditas pertanian yang strategis membuat jalur distribusinya tetap terjaga meski ada persoalan BBM.

“Mengenai dampak BBM, komoditas pertanian itu pada lokasi strategis posisinya, jadi tidak terlalu terpengaruh,” tegas Amran di Makassar, Sabtu (12/9).

Komoditas Pangan Masuk Prioritas Strategis

Amran menjelaskan, komoditas pertanian merupakan bagian dari prioritas strategis dalam kebijakan pemerintah. Karena itu, distribusinya mendapat perhatian khusus agar pasokan pangan di tengah masyarakat tetap aman dan terjamin.

Ia menekankan bahwa kelancaran arus barang dari sentra produksi ke pasar maupun ke kawasan konsumen menjadi faktor utama dalam menjaga ketersediaan pangan. Dengan alur distribusi yang tetap berjalan, masyarakat di Sulawesi Selatan diminta tidak terlalu khawatir terhadap potensi terganggunya pasokan.

Sulsel sebagai Lumbung Pangan Nasional

Sulawesi Selatan memiliki peran penting sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Provinsi ini menjadi penopang utama berbagai komoditas, mulai dari beras, jagung, hingga produk hortikultura. Hasil produksinya tidak hanya memenuhi kebutuhan daerah, tetapi juga menyuplai wilayah lain di Indonesia.

Peran tersebut membuat kestabilan rantai pasok di Sulawesi Selatan menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan. Karena itu, pemerintah disebut terus memberi perhatian pada sektor ini agar distribusi hasil pertanian tetap lancar.

Pemerintah Jaga Rantai Produksi hingga Distribusi

Mentan juga menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga keberlangsungan sektor pertanian secara menyeluruh, dari rantai produksi sampai jaringan distribusi. Menurutnya, langkah ini penting untuk mempertahankan stabilitas harga pangan di tingkat konsumen.

“Kita ingin memastikan pangan tetap tersedia dan distribusinya berjalan,” pungkas Amran sembari berharap dukungan terhadap sektor pertanian terus diperkuat secara berkelanjutan.

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Erwin

Penulis di kategori Ekonomi.

Lihat profil & tulisan

Komentar

(0)
Memuat komentar…

Tulis komentar