Headline1
Ekonomi

BMKG Peringatkan El Nino Menguat, Indonesia Masuk Fase Cuaca Ekstrem Panas

29 Juli 2026
•5 menit
BMKG Peringatkan El Nino Menguat, Indonesia Masuk Fase Cuaca Ekstrem Panas Ekonomi

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan fenomena iklim El Nino masih terus menguat. Di tengah kondisi itu, masyarakat diminta lebih waspada terhadap kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta potensi angin kencang.

Dalam prediksi Potensi Hujan Sepekan ke depan yang dirilis pada Senin (27/7/2026), BMKG menjelaskan bahwa musim kemarau masih meluas dan kondisi kering kian mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia. Situasi ini tercermin dari hasil pemantauan Dasarian II Juli 2026 yang menunjukkan curah hujan kategori rendah mencakup 92,93% wilayah. Adapun curah hujan kategori menengah hanya 6,63%, sementara kategori tinggi tinggal 0,45%.

BMKG juga menyebut sifat hujan pada periode yang sama didominasi kategori bawah normal, mencapai 89,97% wilayah. Hingga periode tersebut, 509 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 72,8% wilayah Indonesia telah masuk musim kemarau.

Waspada Kekeringan dan Karhutla

Seiring menguatnya kondisi kering di berbagai daerah, BMKG mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap munculnya titik panas atau hotspot dan potensi kebakaran hutan serta lahan. Peringatan ini dikeluarkan karena berkurangnya kelembapan di sejumlah wilayah berisiko mempercepat penyebaran api di area yang mudah terbakar.

Dalam laporan periode 24-27 Juli 2026, BMKG mencatat adanya kekeringan di Jawa Tengah. Selain itu, kebakaran hutan dan lahan juga terjadi di beberapa wilayah, antara lain Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan.

“Situasi ini menunjukkan perlunya peningkatan kewaspadaan terhadap berkurangnya ketersediaan air, meluasnya titik panas, dan potensi kebakaran di lahan yang mudah terbakar,” tulis BMKG.

BMKG juga menegaskan agar masyarakat tidak melakukan pembakaran sembarangan, baik saat membuka atau membersihkan lahan maupun ketika membakar sampah. Peringatan itu terutama ditujukan untuk wilayah yang mudah terbakar seperti lahan gambut, semak belukar, hutan, dan lahan kering. Jika menemukan titik api atau tanda-tanda kebakaran, masyarakat diminta segera melapor kepada pihak berwenang agar penanganan bisa dilakukan sejak dini sebelum api meluas.

El Nino Kian Kuat

BMKG menjelaskan, kondisi kering yang mendominasi saat ini sejalan dengan dinamika iklim global yang sedang berkembang. Dari hasil pemantauan, indeks Nino 3.4 dasarian tercatat sebesar +2,26, sementara Southern Oscillation Index (SOI) berada di level -28,2.

Menurut BMKG, indikator itu menunjukkan terjadinya El Nino Event dengan intensitas kuat dan berpotensi semakin menguat pada tahun ini. Kondisi tersebut dinilai dapat menghambat pembentukan awan hujan dan memperkuat tren penurunan curah hujan di berbagai wilayah Indonesia.

Hujan Lokal dan Angin Kencang Masih Berpotensi

Meski musim kemarau semakin dominan, BMKG menyebut hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi secara lokal. Hujan itu dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang. Karena itu, masyarakat dan para pemangku kepentingan diimbau tetap berhati-hati terhadap kemungkinan pohon atau dahan tumbang, baliho roboh, genangan air, dan sambaran petir.

BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk tidak berteduh di bawah pohon, papan reklame, maupun bangunan rapuh ketika cuaca buruk terjadi.

Untuk periode 28 Juli sampai 4 Agustus 2026, BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca sepekan dengan rincian sebagai berikut.

Pada periode 28-30 Juli 2026, cuaca di Indonesia umumnya didominasi kondisi cerah berawan hingga hujan ringan. Meski begitu, peningkatan hujan dengan intensitas sedang perlu diwaspadai di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Barat, Maluku, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.

Untuk kategori siaga, BMKG menetapkan potensi hujan lebat hingga sangat lebat di Sulawesi Selatan. Sementara itu, potensi angin kencang pada periode yang sama diperkirakan terjadi di Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, dan Papua Selatan.

Pada periode 31 Juli-4 Agustus 2026, kondisi cuaca di Indonesia juga diperkirakan umumnya cerah berawan hingga hujan ringan. Hujan dengan intensitas sedang berpotensi muncul di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.

Adapun potensi angin kencang pada periode tersebut diperkirakan terjadi di Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, dan Papua Selatan.

Peringatan Kekeringan Meteorologis

Selain peringatan cuaca harian, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini kekeringan meteorologis untuk Dasarian III Juli 2026. Pada klasifikasi waspada, potensi kekeringan disebut terjadi di beberapa kabupaten/kota di Provinsi Bali, Banten, DI Yogyakarta, Gorontalo, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Utara.

Pada level siaga, wilayah yang masuk pemantauan mencakup Bali, Banten, DI Yogyakarta, Gorontalo, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Maluku, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara. Sementara itu, pada level awas, BMKG menetapkan Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Sebelumnya, dampak kemarau panjang juga terlihat pada menyusutnya aliran Sungai Cisadane pintu 10 di Kota Tangerang, Banten, pada Jumat (24/7/2026).

Untuk wilayah DKI Jakarta, BMKG memprediksi cuaca pada Selasa (28/7/2026) didominasi kondisi berawan tebal dan cerah berawan. Khusus Jakarta Selatan dan Jakarta Timur, pada sore hari diprakirakan sempat terjadi kondisi cuaca tertentu sekitar pukul ...

Tags:

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Erwin

Penulis di kategori Ekonomi.

Lihat profil & tulisan

Komentar

(0)
Memuat komentar…

Tulis komentar