Jakarta - Bursa saham Asia bergerak kompak melemah hingga perdagangan paruh pertama pada Selasa (28/7). Di tengah sentimen tersebut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga tercatat terkoreksi tipis saat penutupan perdagangan sesi I siang ini.
Berdasarkan data RTI Business, IHSG berhasil memperkecil pelemahan meski masih berada di zona merah sebesar 0,04% ke level 6.183,15 hingga sesi I berakhir. Pada awal perdagangan pagi tadi, indeks saham Garuda itu sempat menguat ke posisi 6.199,44.
Aktivitas transaksi di pasar saham sepanjang sesi I juga terpantau cukup tinggi. Tercatat volume perdagangan mencapai 14,84 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 5,22 triliun. Adapun frekuensi perdagangan saham mencapai 922.709 kali.
LQ45 Masih Menguat Tipis
Di tengah pelemahan IHSG, indeks LQ45 justru bergerak berlawanan arah dan menguat 0,28% ke level 614,296 hingga penutupan sesi I hari ini. Secara keseluruhan, pergerakan saham di pasar menunjukkan lebih banyak saham yang melemah dibanding yang menguat.
Tercatat ada 332 saham yang turun, sementara 255 saham menguat dan 208 saham bergerak stagnan. Kondisi ini menggambarkan tekanan yang masih terasa di pasar pada perdagangan siang ini.
Tekanan IHSG Lebih Ringan Dibanding Bursa Asia
Pelemahan IHSG terpantau jauh lebih kecil dibanding sejumlah bursa saham Asia lainnya. Berdasarkan data Investing, Kospi Korea Selatan masih berada di bawah tekanan besar sejak pembukaan perdagangan pagi tadi, dengan pelemahan 10,66% ke level 6.035,68 pada pukul 12.33 WIB.
Selain itu, Nikkei 225 Index (N225) juga melemah 4,29% ke level 62.145,19 hingga siang hari ini. Di kawasan lain, Hang Seng Index (HSI) turun 0,23% ke level 25.149,46.
Mayoritas Bursa Regional Ikut Terkoreksi
Di pasar Tiongkok, Shanghai Composite Index (SSEC) turun 1,47% ke posisi 3.801,51. Sementara itu, indeks saham Singapura, Straits Times Index (STI), melemah 0,24% ke level 5.606,79 hingga penutupan sesi I hari ini.
Dengan kondisi tersebut, pergerakan IHSG pada sesi pertama hari ini terlihat masih relatif lebih tahan dibandingkan tekanan yang melanda mayoritas bursa Asia. Namun, indeks tetap berada di zona merah seiring sentimen regional yang juga melemah.



