Headline1
Ekonomi

IHSG Tertekan Saat Bursa Asia Merah, Apa Saja Pemicu Utamanya?

29 Juli 2026
•2 menit
a tall building with a red and gold logo on it

Jakarta - Bursa saham Asia bergerak kompak di zona merah hingga perdagangan paruh pertama, Selasa (28/7). Di tengah tekanan regional tersebut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru mampu memperkecil pelemahan meski tetap ditutup turun tipis pada akhir sesi I siang ini.

Berdasarkan data RTI Business, IHSG tercatat melemah 0,04% ke level 6.183,15 hingga penutupan sesi I hari ini. Pada awal perdagangan pagi tadi, indeks saham Indonesia itu sempat menguat dan menyentuh posisi 6.199,44.

Hingga sesi I berakhir, volume perdagangan saham tercatat mencapai 14,84 miliar lembar dengan nilai transaksi Rp 5,22 triliun. Adapun frekuensi saham yang diperdagangkan sepanjang paruh pertama hari ini mencapai 922.709 kali.

Pergerakan Saham di Dalam Negeri

Meski IHSG berada di area merah, indeks LQ45 justru bergerak lebih baik dan menguat 0,28% ke level 614,296 pada penutupan sesi I. Secara keseluruhan, jumlah saham yang melemah tercatat sebanyak 332 saham, sementara 255 saham menguat dan 208 saham lainnya stagnan.

Bursa Asia Kompak Melemah

Tekanan pada IHSG terlihat lebih ringan dibandingkan pelemahan di sejumlah bursa saham Asia lainnya. Berdasarkan data Investing, Kospi Korea Selatan masih berada di posisi paling tertekan sejak pembukaan perdagangan pagi tadi. Pada pukul 12.33 WIB, indeks tersebut melemah 10,66% ke level 6.035,68.

Di Jepang, Nikkei 225 Index (N225) juga tercatat turun 4,29% ke level 62.145,19 hingga siang hari ini. Sementara itu, Hang Seng Index (HSI) melemah 0,23% ke posisi 25.149,46.

Sejumlah Indeks Regional Ikut Tertekan

Selain Korea Selatan dan Jepang, tekanan juga terlihat pada Shanghai Composite Index (SSEC) yang turun 1,47% ke level 3.801,51. Bursa Singapura pun belum lepas dari koreksi, dengan Straits Times Index (STI) melemah 0,24% ke level 5.606,79 hingga penutupan sesi I hari ini.

Dengan kondisi tersebut, pergerakan IHSG pada sesi siang ini tercatat masih lebih stabil dibandingkan sebagian besar indeks saham Asia yang sama-sama berada di bawah tekanan.

Tags:

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Erwin

Penulis di kategori Ekonomi.

Lihat profil & tulisan

Komentar

(0)
Memuat komentar…

Tulis komentar