Headline1
Teknologi

Minimum Spesifikasi Minecraft Naik Drastis, Ini Dampaknya bagi Pemain Indonesia yang Masih Pakai PC Lawas

27 Juli 2026
•4 menit
people sitting on motorcycle during daytime

Microsoft resmi menaikkan spesifikasi minimum dan rekomendasi untuk Minecraft: Java Edition untuk pertama kalinya dalam 17 tahun. Perubahan ini berimbas langsung pada jutaan pemain yang masih mengandalkan perangkat keras lama, termasuk pengguna PC lawas di Indonesia.

Pengumuman tersebut disampaikan Microsoft lewat blog resmi Minecraft. Perusahaan menyebut peningkatan spesifikasi dibutuhkan agar gim tetap berjalan mulus saat ini dan di masa mendatang, sekaligus memberi ruang bagi dukungan fitur yang lebih canggih.

“Minecraft: Java Edition akan mendapatkan peningkatan spesifikasi untuk memastikan game berjalan mulus saat ini dan di masa depan,” tulis Microsoft dalam pernyataan resminya.

Meski demikian, kenaikan ini membawa konsekuensi bagi pemain yang selama ini masih nyaman memakai perangkat dengan spesifikasi minimum lama. Mereka kini perlu mempertimbangkan upgrade, terlebih di tengah harga RAM yang sedang berada di level tertinggi.

Perubahan spesifikasi yang cukup besar

Jika dibandingkan dengan versi sebelumnya, lonjakan spesifikasi Minecraft: Java Edition terbilang signifikan. Dari sisi sistem operasi, persyaratan minimum kini naik dari Windows 7 menjadi Windows 10 64-Bit.

Untuk prosesor, batas minimum bergeser ke Intel Core i3-10100 atau AMD Ryzen 3 3100. Sebelumnya, gim ini masih bisa dijalankan dengan Intel Core i3-3210. Perubahan juga terjadi pada kartu grafis minimum, yang kini membutuhkan Nvidia GeForce GTX 950 atau AMD Radeon RX 460.

Kenaikan paling mencolok ada pada kebutuhan memori. RAM minimum naik dari 2GB menjadi 8GB untuk pengguna dengan discrete GPU, atau 12GB untuk sistem dengan iGPU. Sementara itu, RAM rekomendasi melonjak dari 4GB menjadi 16GB.

Microsoft menegaskan bahwa spesifikasi baru ini disiapkan untuk menjaga pengalaman bermain tetap stabil. Di saat yang sama, perusahaan tampaknya menyesuaikan standar teknis gim dengan perkembangan perangkat keras yang kini lebih umum digunakan.

Masih bisa dimainkan, tapi tanpa jaminan performa

Bagi pemain yang perangkatnya belum memenuhi minimum baru, Microsoft memberikan penjelasan bahwa mereka masih bisa membuka gim. Namun, perusahaan tidak menjamin performa maupun kualitas visual jika perangkat berada di bawah ambang minimum yang baru.

“Persyaratan sistem rekomendasi yang diperbarui ini tidak akan menghentikan Anda bermain Minecraft: Java Edition hari ini. Jika komputer Anda berada di bawah persyaratan minimum baru, Java Edition seharusnya masih bisa diluncurkan,” kata Microsoft.

Microsoft juga mengingatkan bahwa di masa depan, gim berpotensi mengalami kesulitan atau bahkan gagal diluncurkan, terutama ketika perusahaan melakukan transisi dari OpenGL ke Vulkan. Perusahaan berjanji akan terus menyampaikan informasi terkait perubahan tersebut kepada pemain.

Untuk pengguna yang merasa sistemnya sudah tertinggal jauh, Microsoft menawarkan alternatif lain. Jika sebelumnya perangkat masih memenuhi spesifikasi rekomendasi lama tetapi kini tidak lagi memenuhi minimum baru, pemain dapat beralih ke Minecraft: Bedrock Edition agar tetap bisa bermain, meskipun harus melepas sejumlah mod favorit.

“Jika sistem Anda dulu berada di atau di atas spesifikasi rekomendasi Minecraft: Java Edition sebelumnya, tetapi sekarang tidak lagi memenuhi persyaratan minimum saat ini, Anda dapat beralih ke Bedrock Edition untuk melanjutkan bermain,” jelas Microsoft.

Dampak bagi pemain yang harus upgrade

Kenaikan spesifikasi ini jelas menambah beban bagi pengguna yang selama ini bertahan dengan PC lama. Namun, Microsoft menyebut upgrade tidak selalu harus dilakukan lewat perangkat baru yang mahal. Perusahaan menyarankan pembelian laptop atau PC gaming bekas dengan kisaran harga $350 hingga $500.

Menurut Microsoft, investasi tersebut diperkirakan bisa bertahan hingga sepuluh tahun ke depan apabila siklus peningkatan spesifikasi Minecraft tetap berlangsung dalam rentang 17 tahun seperti sekarang. Dengan kata lain, upgrade yang dilakukan saat ini diharapkan cukup untuk kebutuhan bermain dalam jangka panjang.

Di sisi lain, Microsoft menyebut spesifikasi rekomendasi baru ini masih sejalan dengan perangkat keras yang paling umum ditemukan dalam Steam Hardware Survey. Survei itu juga menunjukkan bahwa pangsa pasar AMD kini sudah lebih dari 45%, melampaui Intel dalam kategori tertentu.

Bagi pemain di Indonesia yang masih menggunakan PC lawas, keputusan ini berarti ada dua pilihan utama: tetap mencoba menjalankan Java Edition dengan risiko performa yang tidak dijamin, atau mempertimbangkan upgrade perangkat agar pengalaman bermain tetap lancar. Opsi lain adalah berpindah ke Bedrock Edition jika ingin tetap bermain tanpa harus langsung mengganti perangkat keras.

Keputusan Microsoft ini menandai babak baru bagi Minecraft: Java Edition. Pemain yang ingin terus menikmati gim ini dengan performa optimal perlu mulai menyesuaikan perangkat yang digunakan, sementara jalur alternatif lewat Bedrock Edition tetap tersedia bagi mereka yang belum siap berinvestasi pada perangkat baru.

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Erwin

Penulis di kategori Teknologi.

Lihat profil & tulisan

Komentar

(0)
Memuat komentar…

Tulis komentar