Headline1
Hukum

Polisi Usut Tuntas Kematian Satpam Waduk Jatiluhur yang Janggal

28 Juli 2026
•4 menit
a group of people sitting on the side of a road

PURWAKARTA - Sumarna (42), petugas keamanan Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, sempat mengirim pesan kepada istrinya beberapa jam sebelum ia hilang kontak dan kemudian ditemukan tewas dalam kondisi tangan terborgol.

Pesan terakhir itu dikirim Sumarna kepada istrinya, Siti Mariam (42), pada Kamis (23/7/2026) malam sekitar pukul 22.00 WIB. Saat itu, Sumarna masih bertugas menjaga kawasan objek vital Perum Jasa Tirta II.

Pesan terakhir sebelum hilang kontak

Dalam percakapan terakhir tersebut, Mariam lebih dulu mengirimkan informasi mengenai undangan rapat di desa. Sumarna kemudian membalas dengan mengirimkan sebuah foto. Setelah itu, ia menulis pesan yang menyebut keberadaan komandan regu atau danru di tempat kerja.

“Ma ini ada Danru gak enak ditinggalin,” tulis Sumarna dalam pesan terakhirnya kepada istrinya.

Usai komunikasi itu, Sumarna tak lagi bisa dihubungi. Beberapa jam kemudian, Mariam mulai mencari keberadaan suaminya hingga mendatangi pos penjagaan.

Sumarna akhirnya ditemukan tewas di kawasan Waduk Jatiluhur pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Saat ditemukan, ia masih mengenakan seragam satpam dan kedua tangannya berada dalam kondisi terborgol.

Mariam mengatakan, komunikasi terakhirnya dengan Sumarna memang terjadi sekitar pukul 22.00 WIB. Dalam percakapan itu, keduanya tidak membahas dugaan vandalisme yang belakangan dikaitkan dengan kematian korban. Sumarna hanya menanggapi informasi undangan rapat desa dan menjelaskan bahwa dirinya masih bersama komandan regu sehingga tidak enak meninggalkan tempat kerja.

Setelah pesan tersebut, Mariam kembali mencoba menghubungi suaminya sekitar pukul 00.30 WIB. Namun, tiga kali panggilan telepon yang ia lakukan tak mendapat jawaban.

Menurut Mariam, panggilan itu bahkan ditolak. Pesan WhatsApp yang dikirimkan kemudian juga tidak sampai ke ponsel korban. “Pas saya chat juga cuma centang satu,” katanya.

Kondisi itu membuat Mariam mulai cemas karena suaminya biasanya masih bisa dihubungi saat sedang bertugas.

Istri mendatangi pos penjagaan

Sekitar pukul 02.00 WIB, Mariam memutuskan datang ke pos tempat Sumarna berjaga. Namun, saat tiba di lokasi, ia tidak menemukan suaminya.

Dua orang yang berada di pos menduga Sumarna sedang melakukan patroli di sekitar kawasan Waduk Jatiluhur. Dugaan itu muncul karena sepeda motor yang biasa digunakan Sumarna juga tidak terlihat di sekitar pos penjagaan.

“Karena motornya juga gak ada,” katanya.

Setelah itu, Mariam meninggalkan lokasi dan kembali mencari informasi mengenai keberadaan suaminya.

Sekitar pukul 04.30 WIB, ia kembali mendatangi pos penjagaan. Kali ini, sepeda motor milik Sumarna sudah terlihat berada di dekat pos. Mariam sempat mengira suaminya sudah kembali setelah patroli.

Namun, setelah memeriksa bagian dalam pos dan area sekitarnya, Sumarna tetap tidak ditemukan.

“Saya kira suami saya ada di pos, tapi pas saya cek ternyata gak ada juga,” katanya.

Keberadaan sepeda motor tanpa disertai korban menambah kekhawatiran keluarga dan rekan kerjanya. Pencarian terhadap Sumarna kemudian berlanjut hingga jenazahnya ditemukan di kawasan perairan Waduk Jatiluhur.

Ditemukan tewas terborgol

Sumarna ditemukan pada Jumat sekitar pukul 11.00 WIB di kawasan Waduk Jatiluhur. Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP I Made Purwantara mengatakan, korban ditemukan dalam kondisi tenggelam dan masih mengenakan seragam kerjanya.

“Kondisi korban dalam keadaan terborgol sedang menggunakan seragamnya,” katanya.

Kedua tangan korban diketahui berada dalam kondisi terborgol. Penemuan itu lalu dilaporkan kepada kepolisian, dan jenazah dievakuasi untuk menjalani pemeriksaan medis.

Polisi membawa jenazah Sumarna ke Rumah Sakit Bayu Asih Purwakarta untuk dilakukan visum.

“Kami masih melakukan visum di Rumah Sakit Bayu Asih. Hasil belum kami terima, jenazah masih dilakukan pemeriksaan di rumah sakit,” katanya.

Setelah pemeriksaan awal, jenazah direncanakan dibawa ke Rumah Sakit Sartika Asih, Bandung, untuk menjalani otopsi.

“Setelah melakukan visum kita mengirimkan jenazah ke Rumah Sakit Kartika Asih untuk melakukan otopsi lebih lanjut guna melanjutkan penyelidikan mengetahui penyebab dari kematian korban,” katanya.

Barang bukti diamankan

Dalam proses penyelidikan, penyidik mengamankan sejumlah barang milik korban. Barang bukti itu meliputi telepon genggam, sepeda motor yang digunakan Sumarna untuk bekerja, pakaian, sepatu, serta handy talky atau HT.

“Barang bukti yang kami amankan ada HP, kendaraan roda dua yang digunakan korban untuk ke tempat kerja, pakaian korban, sepatu, HT, itu saja yang kami amankan,” katanya.

Telepon genggam korban menjadi salah satu barang yang diperiksa untuk menelusuri komunikasi terakhir, aktivitas, serta orang-orang yang berhubungan dengan Sumarna sebelum ditemukan meninggal dunia. Pemeriksaan terhadap HT juga dilakukan untuk mengetahui komunikasi korban selama menjalankan tugas jaga.

Di tengah penyelidikan, beredar informasi bahwa Sumarna sempat mengunggah status WhatsApp mengenai aksi vandalisme di kawasan tanggul Waduk Jatiluhur. Unggahan itu memperlihatkan coretan pada fasilitas di kawasan waduk dan berisi permintaan agar vandalisme tersebut dibersihkan.

Seorang warga bernama Warta mengatakan, korban dikabarkan pernah menegur orang yang hendak mencoret fasilitas di kawasan waduk.

“Kabarnya dia melarang orang yang mau corat-coret. Memang itu tugas dia menjaga area waduk. Aksi corat-coret terjadi malam Rabu, lalu selang satu hari diduga kelompok itu datang lagi,” katanya.

Namun, polisi memastikan status WhatsApp yang beredar itu bukan dibuat oleh Sumarna.

“Itu bukan status korban melainkan milik rekannya,” kata Made.

Polisi masih mendalami informasi terkait dugaan yang dikaitkan dengan korban. Hingga kini, penyelidikan atas kematian Sumarna terus dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti peristiwa tersebut.

Tags:

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Erwin

Penulis di kategori Hukum.

Lihat profil & tulisan

Komentar

(0)
Memuat komentar…

Tulis komentar