Headline1
Politik

Prabowo di KTT BRICS Dorong Transaksi Mata Uang Lokal, Apa Untungnya untuk Ekonomi Indonesia?

13 September 2026
•3 menit
Prabowo di KTT BRICS Dorong Transaksi Mata Uang Lokal, Apa Untungnya untuk Ekonomi Indonesia? Politik

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto berbicara soal cara membangun bangsa yang tangguh dan mandiri saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-18 BRICS 2026 di India. Menurut Prabowo, fondasi utama untuk mencapai hal itu adalah memastikan rakyat terpenuhi kebutuhannya, mulai dari makan, pendidikan, hingga kesempatan untuk hidup sejahtera.

KTT BRICS di New Delhi Dihadiri Para Pemimpin Dunia

KTT ke-18 BRICS 2026 digelar di Bharat Mandapam, New Delhi, India, pada Sabtu (12/9/2026). Forum tersebut dihadiri oleh Perdana Menteri India Sri Narendra Modi, Presiden China Xi Jinping, Presiden Rusia Vladimir Putin, serta kepala negara dan pemerintahan lain yang sebagian besar berasal dari negara-negara belahan bumi selatan.

Dalam forum itu, Prabowo menyinggung bagaimana suara negara-negara di belahan bumi selatan kini kembali mendapat ruang setelah Konferensi Asia-Afrika (KAA) 1955. Ia mengatakan, pada masa itu negara-negara yang baru meraih kemerdekaan dapat bersatu sebagai mitra yang setara. Menurutnya, ketika bersatu, suara para anggota KAA menjadi lebih kuat dan terdengar lebih luas.

“Kepentingan kami dapat lebih terlindungi dan diperjuangkan. Pelajaran ini tetap sangat penting. Dengan bersatu, kami juga menjadi lebih kuat,” kata Prabowo dalam sesi terbatas KTT BRICS di akun YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (13/9/2026).

Prabowo: Kekuatan Berawal dari Rakyat

Prabowo menekankan bahwa kekuatan sebuah bangsa tidak datang dari luar, melainkan berangkat dari kondisi di dalam negeri. Menurut dia, kemampuan negara untuk memberi makan rakyat, menyediakan energi yang dibutuhkan, mendidik anak-anak, dan membuka peluang kesejahteraan merupakan dasar untuk membangun bangsa yang mandiri.

“Kekuatan selalu berawal dari rumah, dari rakyat kita, dari kemampuan kita untuk memberi makan rakyat kita, untuk menyediakan energi yang mereka butuhkan, untuk mendidik anak-anak kita, dan untuk memberi mereka kesempatan untuk sejahtera. Itulah cara kita membangun bangsa yang tangguh dan benar-benar mandiri,” ujarnya.

Dalam forum BRICS tersebut, Prabowo juga menegaskan bahwa Indonesia tidak ingin didikte oleh satu atau dua kekuatan mana pun. Ia menyebut, Indonesia harus memiliki ketangguhan agar benar-benar mandiri, sekaligus memperkuat fondasi untuk menjaga perdamaian dan membangun kepercayaan.

BRICS dan Penguatan Kerja Sama Ekonomi

Prabowo menyampaikan keyakinannya bahwa BRICS akan terus memperluas kerja sama di bidang-bidang yang berdampak langsung pada ketangguhan negara-negara anggotanya. Salah satu contohnya adalah sektor energi.

Ia mengatakan, kerja sama di bidang energi sedang diperkuat melalui upaya menghubungkan sistem energi serta meningkatkan ketahanan energi di berbagai kawasan. Menurut Prabowo, langkah itu penting untuk menggerakkan ekonomi sekaligus membangun ketangguhan jangka panjang.

Selain soal ketahanan energi, Prabowo juga mendorong transaksi menggunakan mata uang lokal di antara negara-negara BRICS. Dalam konteks forum tersebut, gagasan itu menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian ekonomi dan memperluas ruang kerja sama antaranggota.

Dengan fondasi yang kuat, Prabowo menilai kerja sama BRICS dapat memberi dampak lebih luas bagi ketangguhan ekonomi negara-negara anggotanya, termasuk Indonesia. Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan pentingnya kerja sama yang langsung menyentuh kebutuhan dasar dan daya tahan ekonomi.

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Erwin

Penulis di kategori Politik.

Lihat profil & tulisan

Komentar

(0)
Memuat komentar…

Tulis komentar