Jakarta - Di tengah kabar pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI), nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) kembali menguat terhadap rupiah. Pada perdagangan Senin (27/7/2026), mata uang Paman Sam bahkan kembali menembus level Rp 18.000.
Data Investing menunjukkan, pada pukul 18.12 WIB, dolar AS menguat 130,4 basis poin atau 0,73% menjadi Rp 18.038. Secara harian, pergerakan dolar AS terhadap rupiah berada di rentang Rp 17.926 hingga Rp 18.038.
Di sisi lain, Google Finance mencatat dolar AS berada pada level Rp 18.033 pada pukul 11.24 UTC atau 18.24 WIB. Sementara itu, data Bloomberg menunjukkan pada pukul 03.59 AM EDT atau 14.59 WIB, dolar AS menguat 46,00 basis poin atau 0,26% ke posisi Rp 18.009.
Pengunduran Diri Perry Disampaikan Mensesneg
Keterangan mengenai pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur bank sentral Indonesia pertama kali disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. Ia menyebut Presiden Prabowo telah menerima surat pengunduran diri Perry pada Minggu (26/7) kemarin.
“Bahwa per kemarin secara resmi kami menerima surat pengunduran diri dari Gubernur Bank Indonesia kepada bapak presiden,” kata Prasetyo dalam konferensi pers di Gedung BI, Jakarta Pusat, Senin (27/7/2026).
Prasetyo juga menjelaskan bahwa sesuai ketentuan UU BI, jabatan Gubernur BI akan otomatis dijalankan oleh Deputi Gubernur Senior. Dalam hal ini, Destry Damayanti akan mengemban tugas sebagai Pejabat Gubernur Sementara BI.
“Untuk selanjutnya sesuai UU BI jabatan Gubernur BI akan secara otomatis dijabat oleh Deputi Gubernur Senior yang selanjutnya akan menjalankan seluruh tugas sebagai Pejabat Gubernur Sementara,” ujar Prasetyo.
BI Tegaskan Fokus Jaga Stabilitas
Menanggapi situasi tersebut, Destry Damayanti menegaskan BI akan tetap menjalankan tugas menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta stabilitas sistem keuangan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.
“Berikutnya, Bank Indonesia akan selalu senantiasa memastikan keberlangsungan tugas dan wewenang untuk mencapai stabilitas nilai tukar rupiah, memelihara stabilitas sistem pembayaran dan turut menjaga stabilitas sistem keuangan dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan yang dapat menciptakan lingkungan ekonomi yang kondusif bagi pertumbuhan sektor riil dan penciptaan lapangan kerja sesuai dengan amanat Undang-Undang Bank Indonesia,” ujar Destry.
Setelah pengumuman tersebut, rupiah langsung melemah pada pembukaan perdagangan hari ini. Pada pagi hari, mata uang AS sempat bertengger di kisaran Rp 17.900-an.
Dikutip dari data Bloomberg, pada pukul 09.30 WIB dolar AS berada di level 17.966 atau naik 3 poin (0,02%). Pelemahan rupiah kemudian berlanjut hingga akhirnya nilai tukar dolar AS kembali berada di atas Rp 18.000 per dolar AS.




