Headline1
Teknologi

Samsung Galaxy Z Fold 8 dan Z Flip 8 Disebut Pakai Baterai Silicon-Carbon

28 Juli 2026
•4 menit
Two cell phones sitting next to each other on a window sill

Samsung mulai membawa teknologi baterai silikon-karbon ke lini perangkat Galaxy. Teknologi ini digunakan pertama kali pada ponsel lipat terbaru perusahaan, yaitu Samsung Galaxy Z Flip 8, Galaxy Z Fold 8, dan Galaxy Z Fold 8 Ultra, yang dirilis secara global pada Rabu (22/7/2026).

Baterai silikon-karbon merupakan pengembangan dari baterai lithium-ion yang selama ini umum dipakai di perangkat elektronik. Perbedaan utamanya berada pada material anoda, di mana sebagian grafit digantikan oleh silikon. Karena silikon mampu menampung lebih banyak ion lithium dibandingkan grafit, baterai jenis ini dapat memiliki kepadatan energi yang lebih tinggi.

Dengan karakter tersebut, produsen bisa memasang baterai berkapasitas lebih besar tanpa harus menambah ukuran fisiknya. Sebaliknya, kapasitas baterai juga bisa dipertahankan sambil membuat perangkat menjadi lebih tipis dan ringan. Sifat ini membuat baterai silikon-karbon dianggap cocok untuk perangkat dengan ruang internal terbatas, seperti ponsel lipat, smartphone berukuran ringkas, dan jam tangan pintar.

Dipakai lebih dulu di ponsel lipat terbaru

Samsung mengawali penggunaan baterai silikon-karbon di jajaran perangkat lipat terbarunya. Dalam peluncuran global Galaxy Z Fold 8, Galaxy Z Fold 8 Ultra, dan Galaxy Z Flip 8 di London, Inggris, Rabu (22/7/2026), perusahaan menegaskan bahwa teknologi baterai baru ini menjadi bagian penting dari desain perangkat generasi terbaru tersebut.

Foto peluncuran memperlihatkan trio ponsel lipat terbaru Samsung itu resmi diperkenalkan dalam acara Galaxy Unpacked. Kehadiran baterai silikon-karbon disebut menjadi salah satu faktor yang memungkinkan Samsung melakukan penyempurnaan pada dimensi perangkat tanpa mengorbankan kapasitas daya secara signifikan.

Kandungan silikon tidak diumumkan

Meski sudah mengonfirmasi penggunaan baterai silikon-karbon, Samsung tidak membuka detail persentase silikon yang dipakai pada baterai Galaxy Z Fold 8 dan Galaxy Z Flip 8. Senior Executive Samsung, Sunghoon Moon, mengatakan perusahaan telah mengoptimalkan komposisi silikon untuk meningkatkan kepadatan energi tanpa mengorbankan keamanan maupun keandalan baterai.

“Yang bisa kami pastikan adalah kami mengerahkan banyak sumber daya untuk mengoptimalkan persentase silikon pada baterai silicon-carbon kami,” ujar Moon, dikutip KompasTekno dari Android Authority.

Samsung juga menyebut seluruh model Galaxy Z Fold 8 dan Galaxy Z Flip 8 memakai komposisi silikon yang sama. Artinya, penerapan teknologi ini dilakukan secara seragam pada lini perangkat lipat terbaru tersebut.

Pemanfaatan baterai baru ini memungkinkan Galaxy Z Fold 8 Ultra membawa baterai berkapasitas 5.000 mAh. Kapasitas tersebut lebih besar dibandingkan Galaxy Z Fold 7 yang dibekali baterai 4.400 mAh, namun tanpa harus mengubah dimensi perangkat secara berarti.

Sementara itu, Galaxy Z Flip 8 tetap mempertahankan kapasitas baterai yang sama seperti pendahulunya. Meski demikian, penggunaan teknologi silikon-karbon membuat perangkat ini bisa dibuat lebih tipis dan lebih ringan dari generasi sebelumnya. Galaxy Z Flip 8 memiliki ketebalan 6,1 mm saat dibuka, turun dari 6,5 mm pada Galaxy Z Flip 7. Bobotnya juga berkurang dari 188 gram menjadi 180 gram.

Bagaimana dengan usia baterainya?

Salah satu tantangan baterai silikon-karbon pada generasi awal adalah usia pakainya yang dinilai lebih pendek dibandingkan baterai lithium-ion biasa. Samsung menyatakan telah melakukan sejumlah penyempurnaan untuk mengatasi hal itu. Pengembangan tidak hanya dilakukan pada material anoda, tetapi juga pada elektrolit, separator, struktur sel, sistem pengendalian ekspansi, hingga desain perangkat secara keseluruhan.

“Siklus pengecasan dan masa pakainya tetap konsisten dengan generasi sebelumnya, memenuhi persyaratan internal tertinggi dan standar yang diterapkan pada sistem baterai dalam berbagai karakteristik, termasuk keamanan, umur pakai, serta stabilitasnya,” kata Moon.

Dengan klaim tersebut, baterai pada Galaxy Z Flip 8, Galaxy Z Fold 8, dan Galaxy Z Fold 8 Ultra tetap ditargetkan memiliki usia sekitar 2.000 siklus pengisian daya, sama seperti generasi sebelumnya. Samsung menempatkan aspek keamanan, daya tahan, dan stabilitas sebagai bagian dari standar yang harus dipenuhi pada sistem baterai perangkatnya.

KOMPAS.com/Galuh Putri Riyanto Samsung Galaxy Z Fold 8 dibekali baterai silikon berkapasitas 4.800 mAh.

Mulai meluas ke perangkat Galaxy lain

Tak hanya di ponsel lipat, Samsung juga menerapkan baterai silikon-karbon pada Galaxy Watch Ultra 2. Produk ini menjadi jam tangan pintar pertama Samsung yang mengusung teknologi tersebut.

Dengan langkah ini, Samsung menambah daftar produsen perangkat Android yang sudah memakai baterai silikon-karbon. Sebelumnya, teknologi serupa telah lebih dulu digunakan oleh Honor, Xiaomi, Oppo, dan OnePlus sejak 2024.

Kehadiran baterai silikon-karbon di lini Galaxy menunjukkan bahwa teknologi ini mulai menjadi pilihan baru untuk perangkat yang menuntut efisiensi ruang, kapasitas lebih besar, atau desain yang lebih ramping. Pada Galaxy Z Fold 8 dan Galaxy Z Flip 8, Samsung memanfaatkannya untuk menghadirkan perubahan pada kapasitas, ketebalan, dan bobot perangkat, sembari tetap menjaga standar daya tahan baterai yang diklaim setara dengan generasi sebelumnya.

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Erwin

Penulis di kategori Teknologi.

Lihat profil & tulisan

Komentar

(0)
Memuat komentar…

Tulis komentar