Headline1
Teknologi

Samsung Galaxy Z Fold 8 Disebut Lebih Murah di Korea: Apa Strategi Harga di Baliknya?

26 Juli 2026
•2 menit
Samsung Galaxy Z Fold8 Disebut Lebih Murah di Korea: Apa Strategi Harga di Baliknya? Teknologi

Jakarta - Harga Samsung Galaxy Z Fold 8 di Korea Selatan tercatat jauh lebih rendah dibandingkan banderolnya di pasar global. Co-CEO dan Head of Device Experience Division Samsung, Roh Tae-moon, memberikan penjelasan mengenai perbedaan harga tersebut.

Untuk Galaxy Z Fold 8 Ultra, perangkat itu dijual mulai dari 2,58 juta won atau sekitar Rp 31,6 juta di Korea Selatan. Di Amerika Serikat, harganya mencapai US$2.099 atau Rp 37,6 juta, sedangkan di Eropa dibanderol 2.199 euro atau Rp 44,8 juta. Selisihnya masing-masing mencapai 20,4% dan 44% lebih tinggi dibanding harga di Korea Selatan.

Perbedaan yang lebih mencolok terlihat pada Galaxy Z Fold 8. Di Korea Selatan, ponsel lipat tersebut dihargai US$1.541 atau Rp 27,6 juta. Angka ini masih lebih murah dibandingkan harga di Amerika Serikat yang mencapai US$1.899 atau Rp 34 juta, atau sekitar 23,2% lebih tinggi. Di Eropa, harganya bahkan mencapai US$2.280,95 atau Rp 40,8 juta, yang berarti 48% lebih mahal.

Korea Selatan Jadi Basis Utama Galaxy

Menanggapi perbedaan harga itu, Roh menyebut Korea Selatan sebagai fondasi merek Galaxy. Ia menegaskan bahwa Samsung akan terus berupaya menawarkan perangkatnya dengan harga paling kompetitif di pasar domestik, yang disebutnya sebagai kampung halaman perusahaan.

"Dukungan, umpan balik, dan dorongan dari konsumen Korea menjadi fondasi untuk memperkuat daya saing di global merek Galaxy. Sebagai pengakuan pentingnya pasar Korea, kami akan terus berupaya menawarkan perangkat Galaxy dengan harga paling kompetitif di Korea dan mempertahankannya di masa depan," kata Roh, dikutip dari Korea Times, Sabtu (25/7/2026).

Tekanan Biaya Masih Dihadapi Samsung

Di sisi lain, Samsung masih menghadapi tekanan biaya akibat kenaikan harga memori yang terjadi sejak awal tahun ini. Roh mengatakan perusahaan telah menyerap sebagian besar kenaikan tersebut melalui optimalisasi rantai pasokan dan kolaborasi dengan pemasok komponen.

Meski begitu, sebagian biaya tambahan tetap tercermin pada harga peluncuran perangkat. Roh memastikan Samsung akan terus bekerja sama dengan para mitra agar dampak kenaikan biaya bisa ditekan semaksimal mungkin.

"Begitu biaya melebihi kemampuan kami menanggungnya, tidak bisa dihindari sebagian dari kenaikan akan terlihat dalam harga peluncuran," jelas Roh.

Ia menambahkan bahwa Samsung tidak berniat membebankan seluruh kenaikan biaya kepada konsumen. Perusahaan, kata Roh, akan terus berkoordinasi dengan mitra untuk meminimalkan dampaknya sekaligus memastikan inovasi Galaxy tetap dapat diakses sebanyak mungkin pelanggan.

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Erwin

Penulis di kategori Teknologi.

Lihat profil & tulisan

Komentar

(0)
Memuat komentar…

Tulis komentar