Headline1
Teknologi

Samsung Rilis Fitur AI Baru di HP Lipat: Begini Cara Memakainya untuk Bikin Konten Video

25 Juli 2026
•5 menit
a blue cube with a white logo

Samsung Electronics Indonesia memperkenalkan fitur kecerdasan artifisial (AI) baru bernama My FanCam pada seri smartphone lipat terbarunya, Galaxy Z Flip 8, Fold 8, dan Fold 8 Ultra. Fitur ini memungkinkan pengguna mengubah satu rekaman video menjadi konten yang menyorot satu subjek tertentu, tanpa harus merekam ulang dari awal.

Fitur yang terhubung langsung ke aplikasi Galeri itu dirancang agar proses membuat video untuk dibagikan ke media sosial menjadi lebih praktis. Pengguna cukup merekam seluruh adegan terlebih dahulu, lalu My FanCam akan membantu menyesuaikan hasil video agar fokus pada subjek pilihan dengan proses penyuntingan yang lebih ringan.

Cara kerja My FanCam di Galaxy AI

Head of MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia Ilham Indrawan menjelaskan bahwa pengguna tidak perlu lagi sibuk menentukan fokus kamera saat perekaman berlangsung. Menurut dia, penyesuaian bisa dilakukan setelah video selesai direkam.

“Daripada bingung, momennya kehilangan, momen yang lewat, kita rekam saja semuanya. Selama semuanya masuk frame , nanti akan ada post edit dengan Galaxy AI, fitur MyFanCam,” ujar Ilham di Jakarta, Kamis (23/7).

Setelah pengguna memilih objek yang ingin dijadikan pusat perhatian, Galaxy AI akan mengikuti pergerakan subjek tersebut dan menyusun ulang komposisi video agar terlihat lebih rapi. Ilham mengatakan, fitur itu bekerja seolah-olah pengguna memiliki juru kamera pribadi.

“Dia akan mendeteksi semua pergerakan subyek dan akan mengikutinya. Subyek bergerak ke kanan, berjalan ke kiri, dia bisa mengikuti dan akan bergerak seakan-akan kita punya personal videographer ,” katanya.

Dengan cara kerja seperti itu, My FanCam membuat video hasil rekaman lebih mudah diolah menjadi konten yang siap tayang. Fitur ini secara otomatis melacak subjek yang dipilih, kemudian menyesuaikan framing ke rasio aspek yang diinginkan. Adegan yang dinamis pun dapat diubah menjadi video dengan proses pengeditan yang minim.

Samsung menyebut fitur tersebut memang dibuat agar pengguna bisa menghasilkan video yang lebih rapi langsung dari aplikasi Galeri. Saat dicoba secara singkat, ANTARA menemukan bahwa My FanCam bekerja dengan memotong area video dari rekaman asli untuk mempertahankan fokus pada subjek yang dipilih. Karena itu, Samsung menyarankan penggunaan resolusi perekaman dan FPS (frames per second) tertinggi agar kualitas video hasil crop tetap terjaga, terutama jika subjek berada cukup jauh dari kamera.

Dipakai untuk konser, olahraga, hingga aktivitas harian

Ilham mencontohkan, fitur ini cocok dipakai saat merekam konser, pertandingan olahraga, maupun pertunjukan yang melibatkan banyak orang dalam satu bingkai. Dalam kondisi seperti itu, pengguna tidak perlu terus-menerus mengarahkan kamera ke satu orang. Cukup rekam keseluruhan adegan terlebih dahulu, lalu tentukan subjek yang ingin ditonjolkan ketika proses penyuntingan.

Menurut dia, My FanCam juga berguna untuk merekam aktivitas sehari-hari, misalnya saat anak sedang tampil atau berlari. Selama subjek masih berada di dalam rekaman, AI akan tetap melacak pergerakannya dan menjaga fokus video tetap pada objek yang dipilih.

Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra yang dipamerkan di Jakarta, Kamis (23/7/2026). (ANTARA/Pamela Sakina)

Cara menggunakan fitur My FanCam

Penggunaan My FanCam dibuat sederhana. Langkah pertama adalah merekam video menggunakan aplikasi kamera. Setelah itu, buka video tersebut di aplikasi Galeri Samsung, lalu ketuk ikon Galaxy AI. Video akan dipindai dalam waktu singkat, dan opsi My FanCam akan muncul di bagian bawah layar.

Setelah memilih fitur itu, ponsel akan menampilkan orang-orang yang terdeteksi di dalam bingkai. Pengguna kemudian bisa mengetuk subjek yang ingin diikuti oleh video dan memilih rasio layar untuk hasil akhir. Rasio 9:16 akan menghasilkan video vertikal, sedangkan rasio 1:1 dan 3:4 lebih mengarah ke format horizontal.

Sesudah pilihan dibuat, pengguna cukup mengetuk “Follow” untuk melihat pratinjau video yang hanya berfokus pada subjek tersebut. Hasilnya akan tampak seperti direkam oleh juru kamera AI yang mengikuti subjek ke mana pun ia bergerak, tanpa menghiraukan orang lain di sekitarnya. Jika sudah sesuai, pengguna dapat memilih “Save copy” untuk menyimpan video bergaya FanCam itu.

Kesan awal: AI sebagai juru kamera pribadi

My FanCam menjadi salah satu fitur Galaxy AI yang dinilai menarik karena tidak menciptakan sesuatu yang tidak ada dalam rekaman. Berbeda dengan beberapa fitur AI visual lain, seperti AI Eraser yang menghapus objek dari foto, My FanCam justru bekerja dengan mempertahankan kenyataan yang terekam sambil mengubah cara penyajiannya.

Dengan pendekatan tersebut, AI berperan sebagai juru kamera pribadi yang membantu pengguna membuat video yang tetap fokus pada satu subjek secara konsisten. Hasilnya masih sesuai dengan kejadian asli, tetapi tampil lebih tertata untuk kebutuhan konten.

Video bergaya FanCam sendiri bukan hal baru. Sebelumnya, sudah banyak video pendek semacam itu beredar di internet dengan penekanan pada satu subjek secara terus-menerus, dan sejumlah aplikasi juga telah menawarkan fungsi serupa. Namun, kehadiran konsep ini langsung di fitur penyuntingan Samsung membuat proses membuat video aksi yang berfokus pada satu orang menjadi lebih cepat dan mudah.

My FanCam disebut sebagai fitur AI yang ringan, segar, dan membantu pengguna. Hingga saat ini, fitur seperti itu juga belum tersedia pada Google dan Apple.

Dengan hadirnya My FanCam di Galaxy Z Flip 8, Fold 8, dan Fold 8 Ultra, Samsung menambah opsi bagi pengguna yang ingin membuat video lebih fokus dan siap dibagikan, tanpa perlu proses penyuntingan yang rumit.

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Erwin

Penulis di kategori Teknologi.

Lihat profil & tulisan

Komentar

(0)
Memuat komentar…

Tulis komentar