UNESCO resmi menetapkan 25 situs baru sebagai Warisan Dunia dalam Sidang Komite Warisan Dunia yang berlangsung di Busan, Korea Selatan. Penetapan ini mencakup situs budaya, situs alam, serta satu kawasan campuran yang memiliki nilai budaya sekaligus keanekaragaman hayati.
Dari total yang diumumkan, 19 di antaranya merupakan situs budaya, lima adalah situs alam, dan satu masuk kategori campuran. Seluruh situs tersebut dinilai memiliki arti penting bagi sejarah, kebudayaan, maupun pelestarian alam, sehingga layak memperoleh perlindungan internasional.
Situs bersejarah yang paling mencuri perhatian
Salah satu yang paling disorot adalah Beaches of the D-Day Landings di Normandia, Prancis. Situs ini mencakup Pantai Utah, Omaha, Gold, Juno, Sword, Pointe du Hoc, sisa-sisa Benteng Atlantik milik Jerman, hingga Pemakaman Amerika di Colleville-sur-Mer. Kawasan tersebut juga menjadi saksi operasi pendaratan Sekutu dalam Perang Dunia II yang mengubah jalannya sejarah.
UNESCO juga memasukkan Kastel Alamut dan jaringan benteng di Iran ke dalam daftar Warisan Dunia. Kompleks benteng yang berdiri di Pegunungan Alborz ini pernah menjadi pusat politik dan intelektual komunitas Syiah Nizari Ismailiyah, serta dikenal luas karena sejarahnya yang kemudian menginspirasi legenda kelompok 'Assassins'.
Dari India, Situs Buddhis Kuno Sarnath turut memperoleh pengakuan. Kawasan ini dipercaya sebagai tempat Buddha menyampaikan khotbah pertamanya pada abad ke-6 sebelum Masehi. Kini, Sarnath menjadi salah satu situs arkeologi terpenting sekaligus tujuan ziarah umat Buddha dari berbagai negara.
Gunung Olympus di Yunani menjadi situs campuran satu-satunya yang ditetapkan tahun ini. Selain lekat dengan mitologi Yunani sebagai tempat bersemayam Zeus dan para dewa Olympus, kawasan ini juga memiliki ekosistem yang kaya, dengan beragam flora khas Mediterania dan hutan purba.
Daftar situs budaya yang diakui UNESCO
Selain situs-situs yang paling banyak disorot, UNESCO juga menetapkan sejumlah kawasan lain dalam kategori warisan budaya. Daftarnya meliputi Pabrik Aalto di Finlandia, Teater Amazonia di Brasil, Ibu Kota Kuno Asuka dan Fujiwara di Jepang, serta Pusat Kota Modernis Gdynia di Polandia.
Pengakuan juga diberikan kepada Situs Industri Porselen Kerajinan Tangan Jingdezhen di China, Masjid-Masjid Batu dan Situs-Situs Suci Terkait di Mangystau, Kazakhstan, Benteng Kerajaan Capetian di Languedoc, Prancis, dan Arsitektur Modern di Tashkent, Uzbekistan.
Daftar itu dilengkapi Kompleks Pemakaman Bangsawan Xiongnu di Mongolia, Medina-medina Kesultanan Komoro pada Masa Lalu di Komoro, Rocas dari Sao Tome dan Principe, Sistem Teater Condominio di Italia, Desa Sidi Bou Said di Tunisia, serta Wat Phra Mahathat Woramahawihan di Nakhon Si Thammarat, Thailand.
UNESCO juga menetapkan Kastil Gunung Amel di Lebanon dan Sebastia di Palestina ke dalam daftar situs budaya. Kedua situs ini menjadi bagian dari penetapan yang dilakukan melalui mekanisme darurat.
Situs alam dan penetapan darurat
Di kategori situs alam, UNESCO menetapkan Cagar Laut Aqaba di Yordania, Lanskap Migrasi Boma-Badingilo di Sudan Selatan, Suaka Margasatwa Nasional Okefenokee di Amerika Serikat, The Bony Fish Fossils di Limfjord Barat, Denmark, serta Wadi Wurayah di Uni Emirat Arab.
UNESCO juga menambahkan tiga situs melalui mekanisme darurat karena menghadapi ancaman akibat konflik. Ketiganya adalah Lanskap Migrasi Boma-Badingilo di Sudan Selatan, Kastel Mount Amel di Lebanon, dan Sebastia di Palestina. Bersamaan dengan penetapan itu, tiga kawasan tersebut juga dimasukkan ke dalam Daftar Warisan Dunia dalam Bahaya.
Dengan penambahan ini, UNESCO kembali memperluas daftar situs dunia yang dilindungi. Situs-situs yang masuk mencerminkan ragam nilai penting, mulai dari jejak peristiwa sejarah, warisan kebudayaan, hingga kekayaan alam yang dianggap perlu dijaga secara internasional.


