Headline1
Olahraga

Piala Dunia U-15: Sempat Bersinar, Indonesia Incar Posisi 71

30 Oktober 2026
•3 menit
Piala Dunia U-15: Sempat Bersinar, Indonesia Incar Posisi 71

Ringkasan Naskah:Garuda Muda mengawali Piala Dunia U-15 2026 dengan kemenangan 7-1 atas Fiji, tetapi harus puas finis di posisi ketiga Grup G dan melanjutkan perjuangan melalui Tier C.

  • Setelah menyingkirkan Moldova dan Panama, Indonesia U-15 gagal menembus empat besar Tier C akibat kekalahan dari Luksemburg dan Prancis.
  • Di bawah asuhan Furqon Alkatiri, Timnas Indonesia U-15 mendapatkan pengalaman internasional berharga di Baku dan kini menghadapi Benin dalam laga terakhir perebutan peringkat ke-71.

Baku, Headline1.com - Panggung sepak bola internasional di Baku, Azerbaijan, menjadi pengalaman berharga sekaligus ujian serius bagi Timnas Indonesia U-15. Mengikuti edisi perdana FIFA U-15 World Cup & Festival 2026, skuad Garuda Muda asuhan Furqon Alkatiri harus menghadapi lawan-lawan dari berbagai tradisi sepak bola dunia.

Turnamen yang berlangsung pada 24–30 Oktober 2026 ini menggunakan format unik delapan lawan delapan (8v8), dengan dua babak masing-masing 20 menit. Sebanyak 189 asosiasi anggota FIFA berpartisipasi dalam ajang tersebut.

Menang Besar, Tapi Kalah Juga

Indonesia tergabung di Grup G bersama Wales, Portugal, Bangladesh, Burundi, dan Fiji. Hasil pertandingan pertama langsung memberikan optimisme. Pada 24 Oktober, Indonesia menghajar Fiji dengan skor 7-1. Kemenangan besar tersebut sempat mengantarkan Indonesia ke puncak klasemen grup.

Muhammad Nazar membuka keunggulan ketika pertandingan baru berjalan satu menit. Dicky Marani dan Muhammad Hariri masing-masing menyumbangkan dua gol, sementara Rendra Maulana mencetak satu gol dan satu gol lainnya berasal dari bunuh diri pemain Fiji.

Namun, tantangan sesungguhnya datang sehari kemudian. Indonesia harus mengakui keunggulan Wales dengan skor 0-3. Pada hari yang sama, Garuda Muda bermain imbang 1-1 melawan Bangladesh. Perjalanan penyisihan grup berlanjut pada 26 Oktober ketika Indonesia kembali menelan kekalahan, kali ini 1-2 dari Portugal.

Meski demikian, Muhammad Hariri dan kawan-kawan menutup fase kualifikasi dengan kemenangan meyakinkan 6-1 atas Burundi. Indonesia mengakhiri lima pertandingan dengan tujuh poin, hasil dua kemenangan, satu imbang, dan dua kekalahan.

Momentum Positif

Berdasarkan klasemen akhir Grup G, Wales menempati posisi pertama dengan 13 poin, disusul Portugal dengan 12 poin. Indonesia berada di peringkat ketiga dengan tujuh poin, unggul satu angka atas Burundi yang mengoleksi enam poin. Bangladesh berada di urutan kelima dengan lima poin, sedangkan Fiji menjadi juru kunci tanpa poin.

Sukses berada di posisi ketiga, membuat Indonesia masuk Tier C, yakni kelompok perebutan peringkat 65–96. Artinya, kegagalan menjadi juara grup bukan berarti perjalanan Garuda Muda langsung berakhir.

Rekap Garuda Muda Menuju Puncak.png

Di babak 32 besar Tier C pada 28 Oktober, Indonesia menghadapi Moldova dalam pertandingan yang berlangsung ketat. Kedua tim bermain imbang 3-3 sebelum Garuda Muda memastikan kemenangan melalui adu penalti dengan skor 9-8. Momentum positif berlanjut ketika Indonesia menyingkirkan Panama 5-3 pada babak 16 besar.

Harapan Tembus Semifinal

Dua kemenangan tersebut sempat membuka harapan untuk menembus semifinal perebutan peringkat 65–68. Sayangnya, langkah Indonesia terhenti setelah kalah telak 1-6 dari Luksemburg pada perempat final, Kamis (29/10).

Kekalahan dari Luksemburg membawa Indonesia ke pertandingan klasifikasi peringkat 69–72. Harapan untuk memperbaiki posisi kembali menemui hambatan setelah Garuda Muda menyerah 1-5 dari Prancis pada semifinal klasifikasi, Kamis malam. Prancis unggul 3-0 pada babak pertama, kemudian menambah gol pada awal babak kedua.

Indonesia sempat memperkecil ketertinggalan melalui gol pada menit ke-34, tetapi Prancis kembali mencetak gol menjelang pertandingan berakhir. Hasil itu membuat Indonesia harus puas bermain dalam pertandingan penentuan posisi ke-71 atau ke-72.

Pendekatan Furqon

Dari sisi kepelatihan, Furqon Alkatiri menjadi figur penting dalam perjalanan tim muda ini. Pelatih yang sebelumnya membawa Persija Jakarta U-20 menjuarai EPA Super League 2025/2026 tersebut membawa pendekatan permainan yang menekankan penguasaan bola, kontrol pertandingan, dan respons agresif ketika kehilangan bola. “Penting juga membangun kepercayaan diri pemain muda, sekaligus menjaga disiplin agar kemampuan individu tidak berkembang menjadi sikap terlalu percaya diri,” ujar Furqon.

skuad u 15.jpg

Hari ini, Jumat (30/10), Indonesia dijadwalkan menghadapi Benin U-15 dalam pertandingan perebutan peringkat ke-71 Tier C. Ini menjadi kesempatan terakhir bagi Garuda Muda untuk menutup perjalanan di Baku dengan hasil positif. Terlepas dari hasil akhir, pengalaman menghadapi Wales, Portugal, Luksemburg, Prancis, dan negara-negara lain menjadi modal penting bagi pembinaan pemain usia muda Indonesia.

Turnamen ini sekaligus memperlihatkan bahwa kemampuan bersaing di level internasional tidak cukup hanya mengandalkan semangat dan kecepatan, tetapi juga membutuhkan konsistensi, organisasi pertahanan, serta ketenangan dalam mengambil keputusan.

hasil u 15 dunia.jfif

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Sigit Nugroho

Penulis di kategori Olahraga.

Lihat profil & tulisan

Komentar

(0)
Memuat komentar…

Tulis komentar