Jakarta - Sebuah kapal tanker dilaporkan meledak di Selat Hormuz, wilayah yang saat ini dikuasai Iran.
Al Jazeera mengutip laporan sejumlah media Iran yang menyebut ledakan itu diduga terjadi karena kapal tanker menabrak ranjau laut. Insiden tersebut dilaporkan terjadi setelah kapal menyimpang dari rute yang telah ditetapkan oleh militer Iran, yang memiliki otoritas di kawasan itu.
Rute pelayaran di bawah pengawasan Iran
Laporan media juga menyebut bahwa Tentara Republik Islam Iran sebelumnya telah berulang kali mengingatkan kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz agar tidak menyimpang dari jalur yang sudah ditentukan. Peringatan itu disampaikan dengan penegasan bahwa kapal yang melanggar rute dapat menanggung konsekuensi.
IRGC juga disebut telah menegaskan berulang kali bahwa setiap kapal yang melintasi Selat Hormuz harus berada dalam koordinasi penuh dengan otoritas Iran. Kapal-kapal tersebut wajib melewati rute atau jalur yang telah ditetapkan oleh otoritas setempat.
Identitas kapal dan korban belum dijelaskan
Hingga saat ini, belum ada keterangan rinci mengenai identitas tanker yang meledak. Selain itu, jumlah korban dalam insiden tersebut juga belum diumumkan.
Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya jalur pelayaran Selat Hormuz yang berada di bawah kendali Iran, di tengah belum adanya informasi lebih lanjut terkait kapal maupun dampak langsung dari ledakan itu.




