Headline1
Internasional

33 Tahun Diam Jadi Selingkuhan, Dr. Ruth Bar: Netanyahu Ambisius, Bangun “Mesin Racun” Politik

14 September 2026
•3 menit
33 Tahun Diam Jadi Selingkuhan, Dr. Ruth Bar: Netanyahu Ambisius, Bangun “Mesin Racun” Politik

Tel Aviv, Headline1 – Pengakuan Dr. Ruth Bar, mantan penasehat stategis PM Israel, Benjamin Netanyahu, mengejutkan dunia. Ruth mengaku diam selama 33 tahun, tapi kini memutuskan untuk berbicara lewat bukunya, Brain Under the Influence. Dalam wawancara dengan jurnalis Maariv Ben Caspit, ia menggambarkan Netanyahu sebagai sosok yang sejak awal “yakin akan mencapai puncak” dan memiliki “rasa superioritas yang hampir menakutkan.”

Sesungguhnya perselingkuhan mereka pertama kali terbongkar ketika Netanyahu mengakuinya dalam siaran langsung televisi nasional pada tahun 1993. Pengakuan itu dibuat saat Netanyahu mengikuti pemilihan pendahuluan untuk kepemimpinan Partai Likud.

Setelah hubungan gelap itu terungkap, Ruth Bar dikeluarkan dari lingkaran dekat Netanyahu. Ia kemudian memilih hidup anonim dan membangun karier sukses sebagai psikolog serta konsultan strategis.

setanyahu selingkuh.png

Dr. Ruth Bar akhirnya buka suara setelah diam 33 tahun.

Penilaian Netanyahu memiliki “rasa superioritas yang hampir menakutkan” ia jelasan dalam sebuah momen. Suatu kali Netanyahu murung, lalu tiba-tiba ceria setelah melihat fotonya sendiri di koran. Hal itu membuat Ruth Bar terkejut.

“Hal itu mencerminkan kebutuhan Netanyahu untuk selalu merasa di atas orang lain. Saya juga punya dokumen kampanye lama berjudul Ways to Increase Charisma, yang dirancang untuk membuat pendukung mengidentifikasi diri mereka dengan Netanyahu,” jelas Ruth Bar.

Lebih jauh, ia menuduh Netanyahu membangun “mesin racun” politik, yakni sistem yang menyebarkan narasi negatif untuk merusak reputasi lawan. Ia mencontohkan rumor dan ejekan yang diarahkan kepada Benny Gantz.

Respons Netanyahu dan Tokoh Israel

Pernyataan wanita ini memicu reaksi sejumlah tokoh Israel. Mantan PM Ehud Olmert menyebut pengakuan itu “konsisten dengan gaya politik Netanyahu yang mengandalkan citra pribadi dan retorika keras.”

Netanyahu sendiri menepis isi buku Bar. Kantor Perdana Menteri Israel menyatakan bahwa itu kisah lama yang didaur ulang dan tidak akan mengalihkan fokus Netanyahu dari pemilu mendatang. “Publik sudah mengetahui kontroversi masa lalu, dan karier politik saya tetap berjalan hingga menjadi perdana menteri,” ujar Netanyahu.

Kantor Perdana Menteri Israel menambahkan bahwa Netanyahu “tidak akan teralihkan oleh upaya mendaur ulang gosip lama” dan fokus pada pemilu mendatang.

Ben Caspit (jurnalis Maariv) menilai, timing wawancara Ruth Bar bertepatan dengan pemilu Israel sebagai hal yang signifikan, karena bisa memengaruhi opini publik. Sementara Gadi Eisenkot (mantan Kepala Staf IDF, kini politisi), menyebut pengungkapan Ruth Bar sebagai bukti tambahan bahwa Netanyahu “membagi bangsa untuk bertahan secara politik.”

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Margo Suko

Penulis di kategori Internasional.

Lihat profil & tulisan

Komentar

(0)
Memuat komentar…

Tulis komentar