Jakarta, Headline1 - Pergantian mendadak Menteri Keuangan (Menkeu) periode 2025-2026, Purbaya Yudhi Sadewa, oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin (14/9/2026) terus menjadi perbincangan publik. Caranya pun kurang pakai adab ketimuran. Purbaya ditelepon saat sedang melakuan presentasi, hingga ia langsung pulang. Alasan pemerintah normatif, tapi konon mengkritisi Danantara jadi alasan utama lengsernya Menkeu idola rakyat.
Purbaya yang baru menjabat setahun lebih digantikan oleh Suahasil Nazara, mantan Wakil Menteri Keuangan, dalam reshuffle Kabinet Merah Putih. Hingga Senin sore, alasan resmi pencopotan belum disampaikan Istana, ini memunculkan spekulasi luas di kalangan politik dan ekonomi.
Baca Juga: Purbaya Dicopot, Suahasil Nazara Jadi Menteri Keuangan Baru: Stabilitas Fiskal Jadi Alasan Utama
Sejumlah faktor disebut melatarbelakangi pencopotan Purbaya. Redaksi menyoroti lima hal: arah kebijakan fiskal yang memicu kegelisahan pasar, polemik setoran keuntungan Danantara Rp120 triliun ke kas negara, kontroversi kebijakan Bank Pembangunan Daerah, tekanan ekonomi yang berdampak pada kondisi fisik Purbaya, serta evaluasi kabinet yang lama dinantikan.
Bobot Terbesar
Pengamat politik Ray Rangkuti menilai, dari semua faktor, kasus Danantara memiliki bobot paling besar. “Kalau yang saya dengar, presiden dan orang-orang kepercayaannya kesal mendengar Purbaya ngotot minta Danantara setor keuntungan kepada negara Rp120 triliun seahun,” kata Ray.
Ia sepakat atas pendapat bahwa Danantara sebagai lembaga superbody yang diisi keluarga Prabowo dan orang-orang kepercayaannya, tampak sulit disentuh. Diyakini butuh energi dan nyali besar untuk mengaudit. Pandangan ini memperkuat dugaan bahwa polemik Danantara menjadi titik krusial yang menekan posisi Purbaya di kabinet.
Pemerintah melalui konferensi pers Selasa pagi menegaskan bahwa pergantian menteri adalah hak prerogatif Presiden. “Saya menyampaikan mandat khusus dari Presiden untuk menjaga kesehatan APBN dan memastikan anggaran mendukung program prioritas pemerintah. APBN harus sehat dan kredibel,” ujar Suahasil Nazara, Menkeu baru, yang disambut meriah karuawan Kemenkeu.
Hal ini bisa dimaklumi sebab selama Purbaya menjabat Menkeu, banyak pengetatan dia lakukan tanpa pandang bulu. Pajak dan Bea Cukai paling getol dia incar. Tengok saja sikap keras Purbaya sebelum dicopot.
Akan Hantam Perusahaan Asing
Dalam rapat dengan DPD RI, ia sempat mengecam perusahaan asing yang dianggap meremehkan aturan Indonesia. “Kita akan hantam yang gitu-gitu,” kata Purbaya. Pernyataan ini muncul hanya beberapa jam sebelum ia menerima telepon dari Istana yang mengabarkan pencopotannya.
Di sisi lain, pengamat Djayadi Hanan menilai gaya komunikasi Purbaya yang kerap memicu kontroversi turut memperburuk posisinya. Ia menyebut pola komunikasi yang menimbulkan respons negatif dari pasar dan stakeholder menjadi latar belakang kuat pergantian Menkeu.
Reshuffle ini juga memunculkan reaksi dari keluarga Purbaya. Putranya, Yudo Achilles Sadewa, melontarkan sindiran di media sosial tentang gaji kecil menteri dan birokrasi yang korup. Unggahan tersebut viral dan menambah dimensi personal dalam polemik reshuffle.
Publik kini menanti bagaimana Suahasil Nazara akan menghadapi tantangan fiskal yang berbeda, termasuk menjaga disiplin anggaran, mengelola utang, serta memastikan independensi kementerian di tengah tekanan politik. Ekonom menilai Suahasil memiliki modal teknis kuat, tetapi tetap harus membuktikan keberanian menjaga jarak dari kepentingan politik.
Reshuffle Menkeu Purbaya menegaskan bahwa dinamika politik dan ekonomi di era Prabowo-Gibran masih penuh kejutan. Dengan kasus Danantara yang disebut Ray Rangkuti sebagai faktor paling berat, publik menunggu apakah Menkeu baru mampu menjawab tantangan besar fiskal sekaligus menjaga kredibilitas APBN di tengah sorotan tajam masyarakat.
Perpisahan Selasa Siang
Purbaya sendiri akhirnya bisa ditemui media saat menyampaikan salam perpisahan kepada seluruh jajaran pejabat dan pegawai Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Purbaya mengucapkan terima kasih karena telah membantunya mengemban tugas sebagai menkeu selama setahun terakhir.
"Saya ngomong pendek aja, terima kasih semua atas kerja sama selama satu tahun terakhir ini," kata Purbaya dalam sambutan singkat di acara serah terima jabatan menteri keuangan di Kementerian Keuangan hari ini (15/9).





